Ternyata Inilah Beberapa Perbedaan Coaching dan Counseling

Kita kerap menyamakan coaching dan counseling. Padahal, ada perbedaan coaching dan counseling yang cukup signifikan. Keduanya memang sama-sama berfokus pada penyelesaian masalah Anda, tetapi komponen yang diperhatikan berbeda.

Memahami perbedaan coaching dan counselling akan sangat membantu dalam memilih treatment yang tepat untuk Anda. Mari bedah lebih lanjut mengenai keduanya di sini.

Coaching, Pelatihan yang Berfokus Kepada Masa Depan

Menurut kamus Merriam-Webster, coaching adalah to train intensively atau untuk melatih secara intensif. Sementara itu, counsel atau counseling sama dengan advise atau menasehati. 

International Coach Federation sendiri mendefinisikan coaching sebagai relasi kemitraan antara coach dengan seseorang lewat proses kreatif. 

Tujuan coaching utamanya adalah untuk menemukan dan meningkatkan potensi diri, baik untuk keperluan personal maupun profesional.

Banyak orang mengira bahwa coaching hanya sekadar pelatihan biasa, padahal, makna dari coaching lebih dari itu. Coaching adalah sebuah pelatihan yang terstruktur dengan perencanaan khusus yang disesuaikan dengan kondisi dan tujuan dari individu.

Berangkat dari hal tersebut, muncul istilah life coach. Life coach pada dasarnya adalah seseorang yang akan membantu menemukan potensi diri dan meraih tujuan Anda.

Mereka tidak memaksa Anda untuk melakukan sesuatu. Justru mereka hanya memberikan saran dan perencanaan. Anda yang kemudian menentukan jalan mana yang akan diambil.

Counseling, Memperbaiki Inner Child

Setiap orang memiliki luka masa lalu dan inner child. Inner child merupakan istilah yang maknanya ada ‘seorang anak’ yang di dalam diri Anda. Ia tumbuh dari apa yang selama ini Anda alami. 

Misalnya, jika dibesarkan dengan penuh kasih sayang, kepribadian Anda pun akan menjadi seseorang yang lembut.

Namun sebaliknya, jika Anda mengalami banyak trauma seperti perceraian orang tua, atau ditinggalkan kekasih di masa muda, inner child akan tumbuh menjadi sosok yang tidak mudah percaya dengan orang lain, mudah marah, dan sebagainya.

Nah, di sinilah konselor bekerja untuk memperbaiki kondisi diri akibat masa lalu Anda.

Secara umum, konselor adalah seseorang yang akan memberikan Anda dorongan dan mendampingi untuk memahami diri serta apa yang diinginkan. 

Mereka juga dapat mendukung Anda memecahkan masalah yang biasanya bersumber dari pengalaman masa lalu.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa counseling adalah sebuah proses ketika seorang konselor menggali inner child Anda, mendeteksi masalah yang dimiliki, kemudian memberikan saran serta treatment untuk mereduksi hal tersebut.

Para konselor akan membantu Anda mendapatkan kekuatan untuk mengatasi masalah dan maju demi masa depan. 

Untuk itu, pada dasarnya, ada beberapa kesamaan antara coach (pelatih coaching) dan konselor (pelaku counseling):

  • Keduanya akan membantu Anda menciptakan versi diri Anda yang terbaik
  • Baik coach maupun counselor memberikan ruang aman, tidak menghakimi, dan selalu mendukung
  • Keduanya juga membantu mengidentifikasi apa yang menjadi beban hidup sehingga Anda tidak kunjung maju dan berkembang
  • Sama-sama membina Anda agar menjadi lebih tangguh
  • Meskipun memberikan saran, keduanya mengembalikan pilihan kepada diri Anda

Perbedaan Coaching dan Counseling

Ada begitu banyak bukan persamaan dari coaching dan counseling? Lalu, apa yang membedakan keduanya? 

Pasalnya, sangat penting untuk memahami perbedaan antara coaching dan counseling supaya Anda bisa menentukan mana yang sebenarnya dibutuhkan.

Praktik Vs Dialog

Secara umum, coaching adalah kegiatan yang berorientasi pada praktik, sedangkan konseling berorientasi pada dialog antara Anda dan konselor. Dialog ini akan membuka diri Anda sehingga segala trauma dapat muncul dan diatasi. 

Pelatihan dari coach sendiri akan membantu Anda dalam menguasai skill-skill tertentu yang akan bermanfaat dalam meraih kesuksesan. Contohnya, coaching clinic manajer, yang akan membantu Anda meningkatkan kemampuan manajerial perusahaan.

Masa Depan vs Masa Lalu

Sesuai dengan yang telah dijelaskan sebelumnya, coach akan membantu Anda untuk menetapkan dan mencapai tujuan. Hal ini tentunya berbeda dengan konselor yang membantu Anda untuk memecahkan masalah yang terpendam.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa coaching membantu Anda untuk berfokus pada potensi masa depan. Sementara itu, counseling membantu Anda untuk menyembuhkan luka dan ganjalan di masa lalu.

Menantang Vs Mendukung

Proses coaching memiliki nuansa yang lebih bersemangat karena tujuannya adalah untuk menantang Anda. Tentunya, hal ini berbeda dengan counseling yang identik dengan sesuatu yang menenangkan. 

Para konselor akan membantu Anda untuk ‘sembuh’ dengan empati dan pengertian sehingga Anda akan merasakan kedamaian jiwa dan juga ketenangan.

Coaching dapat berfungsi sebagai bahan bakar Anda. Sementara itu, counseling menjadi penyembuh luka.

Longgar Vs Ketat

Keanggotaan coach umumnya tidak diatur dengan ketat. Untuk menjadi seorang coach, Anda bahkan bisa mengambil kursus singkat. 

Ada beberapa pihak yang menyediakan sertifikasi dan pelatihan coach hanya dalam seminggu. 

Tentunya, ini berbeda dengan konselor. Para konselor di Inggris misalnya, harus melalui pelatihan ekstensif minimal 450 jam selama tiga tahun. 

Mereka mendalami emosi manusia dan berbagai masalah kejiwaan. Setelahnya, mereka harus mengikuti training dengan pengawasan ketat.

Bagaimana dengan di Indonesia? Untuk menjadi seorang konselor, Anda harus berpendidikan minimal S1 Psikologi Bimbingan dan Pendidikan, S1 Bimbingan Penyuluhan, atau S1 Bimbingan Konseling. 

Jadi, mana yang lebih Anda perlukan, counseling atau coaching? Semuanya tentu tergantung kepada kondisi dan output yang ingin Anda capai. 

Apakah Anda ingin mengasah softskill? Ataukah Anda ingin memperbaiki masalah di masa lalu agar terhindar dari hal-hal yang mengganjal langkah di masa depan?

Jika Anda ingin mengasah softskill atau hardskill, tentu coaching adalah langkah yang tepat. Namun, jika Anda ingin memperbaiki inner child, sebaiknya Anda menjalani counseling.

Itulah perbedaan coaching dan counseling yang perlu Anda ketahui. Meningkatkan kualitas diri memang membutuhkan bantuan orang lain. Maka dari itu, jangan ragu untuk mengikuti coaching dan counseling sesuai kebutuhan diri Anda.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top