Metode Coaching: Cara Terbaik Meningkatkan Kualitas Banyak Aspek

Metode Coaching: Cara Terbaik Meningkatkan Kualitas Banyak Aspek

Metode coaching menjadi salah satu cara efektif dalam mempertahankan dan meningkatkan produktivitas sebuah organisasi, perusahaan, maupun institusi dalam pemberdayaan SDM mereka. 

 

Pasalnya, demi memenuhi target perusahaan sehingga tidak kalah dalam persaingan yang makin ketat seperti saat ini, Anda jelas memerlukan tim yang berkualitas tinggi. 

 

Salah satu teknik untuk menciptakan tim dengan kualitas terbaik adalah dengan menggunakan sebuah metode yang dikenal dengan coaching

 

Namun, sebenarnya apa yang dimaksud dengan coaching? Untuk memahaminya lebih jauh, simak paparan berikut ini. 

Apa itu Coaching

 

Coaching merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menciptakan sebuah tim kerja dengan kualitas unggulan

 

Melalui sesi coaching, Anda akan dibantu untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuan, sekaligus meningkatkan soft skill termasuk di dalamnya problem solving. 

 

Coaching pun bertujuan agar Anda bisa memecahkan masalah dan menemukan jawaban atas berbagai tantangan baik di pekerjaan hingga kehidupan. 

 

Selain itu, metode coaching juga digunakan untuk membantu menghilangkan kendala-kendala dalam mencapai kinerja yang optimal. 

 

Jadi, coaching tak hanya diperuntukkan kepada karyawan yang memiliki kekurangan dalam performa kerja pada segi keterampilan dan pengetahuan saja. 

 

Akan tetapi, coaching juga dapat ditujukan untuk karyawan yang ingin meningkatkan performanya ke level yang lebih tinggi. 

Perbedaan Metode Coaching, Mentoring dan Counseling

 

Secara umum, coaching membantu seorang individu maupun tim untuk memecahkan masalah dalam menghadapi pekerjaan dan juga memperbaiki kinerja mereka. 

 

Coaching bukanlah sebuah training yang umumnya dilakukan di dalam kelas, bukan pula mentoring, terapi, atau konseling. 

 

Justru, coaching lebih kepada memfasilitasi seseorang untuk dapat membangun critical thinking melalui sebuah pertanyaan, analisis, diskusi, serta pemberian umpan balik dari seorang expert.

 

Metode Coaching bekerja dengan melatih daya pikir kritis seseorang agar mampu memecahkan masalah, hingga design thinking sehingga mampu menjadi manusia yang lebih baik secara karakter maupun etos kerja. 

 

Selain itu, keluaran dari coaching juga untuk membentuk pemimpin berkarakter, manusia yang adaptif terhadap tantangan zaman sehingga bisa terus bergerak maju dan tumbuh. 

 

Lebih dari itu, materi yang diberikan diharapkan membuat peserta mampu berkomunikasi dengan baik dalam hal penyampaian ide yang dimilikinya dengan rekan atau tim kerja. 

  • Pengertian

 

Berbeda dengan coaching, mentoring dilakukan terhadap karyawan yang memiliki kinerja baik. 

 

Tambahan lagi, mentoring dilaksanakan dengan membimbing, mengarahkan, serta memonitor realisasi target-target yang ingin dicapai karyawan.

 

Berbeda dengan dua metode sebelumnya, counseling adalah suatu kegiatan  untuk memodifikasi sikap dan perilaku seseorang secara by design

 

Metode ini diyakini bisa membantu Anda untuk menyadari sikap dan perilaku yang bisa menghambat atau menimbulkan masalah dalam bekerja. 

 

Counselling biasanya diberikan kepada karyawan yang ingin menuntaskan masalah pribadi yang berpengaruh terhadap performa kerja di kantor

  • Titik Fokus 

 

Metode coaching akan fokus pada hal-hal saat ini. Apa yang terjadi sekarang dan yang membuatnya lebih baik dari saat ini. 

 

Di sisi lain, mentoring lebih fokus pada hal-hal yang akan datang, bagaimana mendapatkan nilai plus di masa depan. 

 

Terakhir,  bentuk konseling lebih fokus pada hal-hal yang telah berlalu. 

 

Bagaimana seorang konselor mengubah perilaku kurang baik pada seseorang dengan cara mengamati perilakunya di masa yang telah lalu. 

  • Pertanyaan 

 

Untuk pertanyaan yang diajukan pada tiap-tiap metode pun berbeda satu sama lainnya. 

 

Coaching lebih fokus pada pertanyaan bagaimana. Misalnya, bagaimana karyawan meningkatkan performanya, bagaimana pemimpin menyampaikan gagasannya, dan lain sebagainya. 

 

Di sisi lain, pertanyaan mentoring berkutat pada apa goal yang akan Anda capai kelak, apa permasalahan yang menjadi penghambat kinerja, dan seterusnya. 

 

Kemudian, bentuk pertanyaan counseling lebih menekankan pada aspek mengapa. 

 

Misalnya, mengapa Anda bisa mengalami kegagalan, mengapa kinerja menurun, mengapa berada dalam situasi saat ini dan sebagainya. 

 

  • Tujuan 

 

Coaching dilakukan untuk meningkatkan sebuah keahlian dari seorang coachee

 

Dengan meningkatnya keahlian, kinerja Anda pun bisa naik sehingga akan memberikan dampak positif pada kelanjutan kinerja. 

 

Lain dengan mentoring yang diberikan sebagai pengembangan kepribadian seseorang. 

 

Jika coaching untuk meningkatkan keahlian, mentoring bertujuan memberikan wawasan untuk mengembangkan keahlian. 

 

Itu sebabnya metode mentoring ini banyak diberikan kepada karyawan yang sudah memiliki dasar dalam dunia kerja dengan performa yang baik. 

 

Berbeda dengan counseling yang diberikan kepada seseorang untuk mengatasi kendala psikologisnya.

 

Baca juga: Inilah 3 Perbedaan Coaching dan Training

Peran Coaching dalam Perusahaan

 

Mengingat bahwa coaching berperan meningkatkan performa karyawan dalam sebuah perusahaan, maka kegiatan ini punya peran yang penting, antara lain:

1. Meningkatkan Motivasi Karyawan

 

Dengan meningkatnya motivasi seorang karyawan dalam menjalankan pekerjaannya, maka akan berdampak kepada peningkatan produktivitas kerja dan hal ini memiliki dampak positif pada perusahaan. 

2. Meningkatkan Performa Individu dan Tim  

 

Studi membuktikan bahwa karyawan yang diberikan coaching, menghasilkan kreativitas yang lebih baik. Mereka pun mampu menjadi problem solver dalam menghadapi berbagai persoalan yang terjadi. 

3. Meningkatkan Keharmonisan Hubungan 

 

Coaching yang diberikan akan membuat karyawan menjadi seorang pribadi yang menyenangkan. Ia juga mampu meningkatkan kualitas hubungan antarkaryawan.

4. Sebagai Lompatan Bisnis

 

Peningkatan kualitas kinerja serta hubungan baik antar karyawan dapat berdampak langsung pada perusahaan. 

 

Sebagai contoh, kualitas kinerja yang bermutu tinggi disertai sinergi positif antarkaryawan akan berdampak pada produktivitas hingga meningkatnya omzet perusahaan. 

 

Baca juga: 5 Manfaat Penting Coaching untuk Perusahaan  

Model Coaching

 

Ada beberapa model dalam proses coaching yang dapat Anda terapkan dalam pelaksanaan dan penerapan metode coaching.  

 

Diantara model coaching seperti model FUEL yang dikembangkan oleh Kathleen Stinnett dan John H. Zenger. 

 

Model COACH yang dikelmbangkan Allan Talylorda dan Ian Flemming, dan  juga model GROW yang dikenalkan oleh John Whitmore. 

  • Model FUEL

 

Frame the conversation, yaitu sebuah teknik untuk menetapkan kerangka konteks atau tema bersama.

 

Understand the current state, merupakan sebuah tahapan menapaki lebih dalam kondisi dan masalah yang terjadi.

 

Explore the desired state, langkah ini bermaksud untuk mengartikulasi visi keberhasilan dan mendalami alternatif dari solusi permasalahan.

 

Lay out a success plan, mengenali langkah-langkah spesifik untuk mencapai tujuan yang diharapkan dan tindakan lanjutan apa yang akan diambil.

  • Model COACH

 

Model ini merupakan singkatan dari Competency, Outcomes, Action, dan Checking.

 

Competency atau kompetensi, yaitu sebuah langkah untuk mempertimbangkan kondisi kinerja saat ini.

 

Outcomes atau hasil, menetapkan hasil yang diharapkan dari proses belajaran.

 

Action atau tindakan, menetapkan tindakan yang akan diambil dengan menggunakan sebuah strategi serta menentukan cara dalam melaksanakan tindakan tersebut.

 

Checking atau memeriksa, yaitu memberikan umpan balik dan mengulas apa yang sudah dipelajari dan hasil dari pembelajaran tersebut.

  • Model GROW

 

GROW merupakan model coaching  yang dikembangkan oleh Sir John Whitmore.

 

Hal terbaik dari model ini adalah bahwa siapapun bisa menggunakan model ini untuk aktivitas pendampingan pengembangan karyawannya.

 

GROW Coaching Model bisa membimbing seorang coachee untuk dapat berpikir solutif  yang merupakan kekuatan dari metode coaching itu sendiri.

 

GoalRealityOptions, dan Will atau disingkat menjadi GROW merupakan tahap awal dalam coaching. 

 

Fungsinya untuk menentukan tujuan, realitas, pilihan dan keinginan apa yang ingin dicapai.

 

Dengan mengetahui tujuan pencapaian, Anda dapat menentukan bekal, arah, serta metode yang akan digunakan untuk menggapai goal tersebut.

 

Reality atau realitas, merupakan tahap pendalaman terhadap coachee. Coachee dituntun untuk menemukan kebutuhan yang ingin ditemukan dan dianalisa.

 

Options atau opsi, yaitu tahap lanjutan setelah coachee menemukan kebutuhannya pada tahap realitas.

 

Dengan adanya realitas yang telah didesain pada tahap sebelumnya, coachee dapat memutuskan pilihan-pilihan yang sesuai untuk dilakukan.

 

Ketiga tahap dalam model GROW di atas bertujuan untuk menciptakan sebuah kesadaran. Setelah kesadaran tercipta, saatnya untuk mengambil tindakan.

 

Dalam pengambilan tindakan ini masuk kepada tahapan selanjutnya yaitu tahapan will.

 

Will atau keinginan kuat adalah tentang bagaimana coachee bertindak.

 

Setelah mencapai kesadaran, coachee akan bergerak mengemban tanggung jawab terhadap perubahan yang ingin dicapai.

 

Baca juga: Tips Memilih Program Coaching di Indonesia 

 

Demikianlah beberapa pembahasan tentang metode coaching mulai dari pengertian dari coaching, perbedaannya dengan metode lainnya, serta model coaching.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top