Kejayaan Islam bisa diraih dengan menggalakkan bisnis berbasis syariah oleh para pengusaha muslim yang menjadi penggerak ekonomi dunia, ujar CEO dan master coach “Hijrah Coach” Daru Dewayanto, sebuah platform pelatihan bisnis.

Menurut Daru, “Hijrah Coach” berusaha mencetak para pebisnis, entrepreneur dan profesional dengan nilai-nilai Islam melalui pelatihan yang unik.

Nilai Islam, kata Daru, memiliki dua poin utama. Pertama adalah berlandaskan tauhid, sehingga keyakinan yang ditanamkan adalah segala sesuatu dalam bisnis terjadi karena kekuatan Allah swt.

“Ketika orang itu sukses, semata-mata hanya karena Allah bukan yang lain. Jadi itu pegangannya. Ketika sukses karena Allah, dan ketika gagal berarti belum ditakdirkan dan harus berusaha lagi,” ujar dia saat berbincang dengan Sharianews.com  Senin (14/01).

“Lalu jika ada yang gagal? Ya itulah ikhtiar kita sebagai manusia. Energi saat ikhtiar, istiqomah dapat mengantisipasi kegagalan tersebut.”

Nilai berikutnya adalah dengan membersihkan seluruh metode dari segala sesuatu yang dilarang agama. Sebagai contoh, tidak ada syirik dan riba. Akad kerja sama yang diterapkan saat ini menggunakan syirkah atau mudharabah, dalam kata lain, bagi hasil.

Menurut Daru, perusahaannya melakukan peluncuran penuh pada 2017 dengan menambah 45 asosiasi dan 12 firma, setelah berhenti sementara pada 2016.  Hijrah Coach mengantongi sertifikasi internasional dari beberapa negara, sehingga diminta untuk mendirikan perusahaan di Hongkong mendampingi UMKM Muslim di negari tersebut.

Negeri tersebut, kini tengah giat memajukan industri pariwisata halal. Mereka ingin dengan melakukan Campaign Halal Tourism, jumlah  pengunjung Hongkong dapat meningkat, dari sebelumnya hanya berjumlah 600 ribu dari satu juta pertahun.

Menurut Daru, lima tahun ke depan Hijrah Coach menargetkan sudah berdiri pada lima negara. Saat ini Hijrah Coach sendiri sudah berdiri di Indonesia, Hongkong dan Australia. Negara selanjutnya yang menjadi target adalah United State (US), United Kingdom (UK) dan Turki.